Bicara tentang wisata impian, pikiran saya langsung melayang pada Gunung Argopuro. Ya, sejak kecil saya memiliki hobi memandang puncaknya dari belakang rumah. Saya senang berlama lama memandang warnanya yang biru. Kelak saya saat saya besar dan akhirnya benar benar memeluk Argopuro, saya tahu bahwa biru bukan warna sejadi dari sebuah gunung.

Gunung Argopuro juga dikenal dengan nama pegunungan Hyang. Pegunungan ini masuk dalam kawasan konservasi eksitu dan berstatus Suaka Marga Satwa dengan nama yang sama, Pegunungan Hyang. Kecantikannya bisa dinikmati lewat vegetasi yang beraneka ragam, hutan hujan tropisnya, danau, rawa dan padang savana. Itu semua menjadikan ekosistem Argopuro sangat mempesona.

Anda juga akan menemukan nama nama tempat seperti rawa embik, cisentor, pos kaliangkek, taman hidup dan beberapa nama lagi. Semua menawarkan keistimewaan tersendiri.

Taman Hidup - Argopuro

Taman Hidup

Dokumentasi milik teman, Faisal SWAPENKA

Ketinggiannya yang 3088 mdpl, serta letak rumah saya yang ada di salah satu sudut kota kecil Jember, membuat saya leluasa memandang Argopuro dari kejauhan, seperti saat saya kecil dulu. Biasanya waktu terbaik untuk menikmati kecantikannya adalah di pagi hari saat burung burung mulai bernyanyi.

Dibandingkan dengan Gunung Semeru dan Ijen, nama Gunung Argopuro cenderung kurang populer. Tapi bagi penggiat alam bebas, Gunung yang membentang antara Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Jember dan Probolinggo ini adalah surganya hiking di Pulau Jawa. Ya benar, Argopuro memiliki jalur hiking yang sangat panjang.

Jalur paling favorit, anda bisa mengambil start dari Baderan (Situbondo) menuju puncak, dan turun melalui Bremi (Probolinggo). Saya katakan favorit karena jika anda melewati start jalur Baderan, anda akan melalui perjalanan yang panjang namun landai. Berbeda jika anda memulainya dari Bremi, perjalanan akan dimulai dengan lebih berat. Tapi semuanya kembali pada masalah selera dan pilhan petualang itu sendiri.

Menjadikan Gunung Argopuro sebagai jalur wisata pendakian bukan tanpa alasan. Berikut alasan yang coba saya sodorkan :

1. Argopuro memiliki jalur hiking yang sangat panjang (rute hiking terpanjang di Pulau Jawa). Ini adalah daya tarik tersendiri bagi penggiat alam bebas.

2. Suasana alamnya yang masih eksotis, sangat pas untuk dijadikan ruang untuk bertamasya hati.

3. Transportasi dan akomodasi yang relatif terjangkau.

4. Jika anda adalah seorang penggiat alam bebas yang juga mencintai dunia fotografi, Gunung Argopuro memiliki banyak sudut pemandangan yang pantas dan layak anda jadikan obyek foto.

5. Anda pencinta sejarah dan atau mitologi sejarah? Di Gunung Argopuro ada sisa sisa reruntuhan candi yang disinyalir dari peninggalan jaman Majapahit. Ada juga terdapat sebuah tugu yang dibangun oleh Dr. Oudemans pada akhir abad 19, yaitu pada 1897. Tugu ini merupakan salah satu batas Kabupaten. Ada juga yang mengatakan bahwa tugu ini adalah bagian dari Die Triangulation von Java.

6. Argopuro adalah gunung yang memiliki lebih dari satu puncak, dengan Rengganis sebagai puncak favoritnya. Ini adalah nilai lebih. Selain itu, anda juga bisa melakukan pendakian berlanjut, menuju gunung gunung yang transportasinya sejalur, Ijen dan Raung. Saran saya, jika anda ingin melakukan pendakian berkesinambungan, anda bisa mengawali mendaki Argopuro dari jalur Bremi, Probolinggo menuju Baderan Situbondo.

Dengan hal hal sederhana yang coba saya paparkan di atas, saya yakin ke depan Gunung Argopuro bisa dijadikan salah satu pilihan untuk berwisata hiking. Cara ini sekaligus menyelamatkan jalur pendakian Argopuro dari sentuhan modern (yang tidak perlu). Misalkan, memperlebar dan memperbagus jalan dari Baderan menuju Cikasur. Karena jika ini terjadi, kealamian Argopuro akan terganggu dan akan mengundang orang orang menikmati kecantikan Argopuro tanpa hiking, melainkan dengan berkendara. Ini merupakan kabar yang menyedihkan bagi para pencinta alam. Selain itu saya pribadi memiliki ketakutan, jika nuansa hiking tergeser oleh kemudahan fasilitas transportasi, maka areal Argopuro akan rentan sekali dihinggapi kerusakan dan juga limbah sampah.

Tidak semua orang pernah menginjakkan kaki di Gunung Argopuro, itulah kenapa saya berpikir bahwa tempat ini layak dijadikan wisata impian. Argopuro juga bisa dijadikan wisata hiking yang berkelas internasional. Dengan syarat, tidak ada perubahan besar pada kealamiannya. Jika saja hal tersebut benar benar bisa diwujudkan, alangkah indahnya. Sudah pasti saya akan semakin mencintai gunung yang sedari kecil telah mencuri perhatian saya ini.

Sebagai penutup tulisan, saya akan melemparkan sebuah tanya. Tidakkah anda ingin mencumbui kecantikan Puncak Rengganis Argopuro?


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?